Memetik Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Momentum Pembersihan Hati Menuju Ramadan
Tim Redaksi Darul Ulum Tlasih | 02 Februari 2026 | Dibaca 15 kali | OPERATOR 2

Malam penuh ampunan dan rahmat. Mari kita bersihkan hati dari permusuhan, perbanyak doa, dan tingkatkan istighfar.

Malam Nisfu Sya’ban, atau malam pertengahan bulan Sya’ban, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum Tlasih. Malam ini bukan sekadar pergantian tanggal di kalender Hijriah, melainkan sebuah "pintu gerbang" spiritual yang membukakan jalan menuju bulan suci Ramadan.

Makna dan Landasan Syariat

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira mengenai kasih sayang Allah yang melimpah pada malam ini. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1390).

Hadis ini menegaskan bahwa ampunan Allah terbuka sangat luas, namun ada penghalang utama yang harus kita waspadai: kesyirikan dan permusuhan (kebencian) antar sesama.


Amalan Utama di Malam Nisfu Sya’ban

Sebagai lembaga yang menjunjung nilai Mandiri, Tawadhu’, dan Bermanfaat, Pondok Pesantren Darul Ulum Tlasih mengajak seluruh kaum muslimin untuk menghidupkan malam ini dengan beberapa amalan:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat: Menyadari kekhilafan dan memohon ampunan secara tulus agar hati kembali jernih.

  2. Muhasabah Diri (Introspeksi): Menilik kembali perjalanan ibadah kita selama setahun terakhir sebagai persiapan mental menuju Ramadan.

  3. Melangitkan Doa: Malam ini adalah waktu yang mustajab. Mintalah keberkahan umur, ketetapan iman, dan rezeki yang bermanfaat.

  4. Menyambung Tali Silaturahmi: Sejalan dengan hadis di atas, membersihkan hati dari dendam dan permusuhan adalah syarat mutlak meraih ampunan-Nya.

Menuju Ramadan dengan Jiwa yang Fitrah

Malam Nisfu Sya’ban adalah "pemanasan" terakhir. Dengan meraih maghfirah (ampunan) di malam ini, diharapkan kita dapat memasuki bulan Ramadan dalam keadaan hati yang lapang, fisik yang siap, dan iman yang kokoh.

Marilah kita jadikan momentum ini untuk memperkuat karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut hatinya dan tunduk pada perintah Allah SWT.


Informasi Pendaftaran Santri Baru (PSB)

Bagi Ayah/Bunda yang ingin menanamkan nilai-nilai kemandirian dan ketawadhu'an pada putra-putrinya, pendaftaran santri baru di Darul Ulum Tlasih masih terbuka. Bergabunglah bersama kami untuk mencetak generasi yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

Ikuti perkembangan kami di media sosial:

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin